PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP secara resmi memulai penyusunan Roadmap Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri Perkebunan Kakao dan Kelapa Indonesia Tahun 2025–2035 melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) tahap pertama yang digelar secara hybrid di Kota Bogor. Langkah ini menjadi fondasi awal bagi terbentuknya dokumen strategis nasional yang akan menjadi panduan utama pengembangan SDM dari hulu hingga hilir di sektor kakao dan kelapa.

Penyusunan roadmap ini merujuk pada amanat Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 yang memperluas mandat BPDP. Tak sekadar mengelola dana, BPDP kini memiliki peran pembinaan dan pengembangan terhadap komoditas kakao dan kelapa. Dalam kerangka kebijakan tersebut, penguatan kapasitas SDM dinilai sangat penting untuk menjamin keberlanjutan dan meningkatkan daya saing industri perkebunan Indonesia di kancah domestik maupun global.

Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDP, Kabul Wijayanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan roadmap ini dimaksudkan untuk mengarahkan seluruh inisiatif pengembangan SDM secara lebih sistematis dan terintegrasi.

"Membangun ekosistem pelatihan, pendidikan, dan pendampingan yang selaras dengan kebutuhan industri masa kini sangatlah penting dilakukan agar mampu menjawab tantangan masa depan," kata Kabul Wijayanto dalam rilisnya pada Selasa, 17 Juni 2025.

FGD tahap pertama ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari kementerian terkait, asosiasi industri, lembaga pendidikan, hingga perwakilan petani. Partisipasi aktif mereka diharapkan dapat memperkaya substansi roadmap agar mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan dan mampu menjadi acuan komprehensif dalam pengambilan kebijakan.

--page

"Selain memperkuat kolaborasi multipihak, kegiatan ini juga menjadi platform awal dalam menyusun peta jalan yang menjawab kesenjangan kompetensi dan akses pengetahuan bagi pelaku industri kakao dan kelapa," terangnya.

Fokusnya tidak hanya pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pengembangan soft skills dan kepemimpinan untuk menciptakan SDM yang adaptif dan inovatif.

BPDP berharap roadmap ini dapat menjadi rujukan nasional yang berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem SDM industri perkebunan kakao dan kelapa.

"Dengan pendekatan jangka panjang hingga 2035, dokumen ini diharapkan mampu mengakselerasi transformasi industri dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi sektor agroindustri Indonesia," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/y)