BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabar baik bagi para peternak di Kalimantan Tengah. Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng mencatat Nilai Tukar Petani Peternakan atau NTPT naik 1,20 persen pada Mei 2025.
Kenaikan ini menandakan bahwa pendapatan peternak mengalami peningkatan, melampaui pengeluaran mereka selama periode tersebut.
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa kenaikan NTPT terjadi karena harga jual ternak mengalami peningkatan cukup signifikan, terutama pada sapi potong, kerbau, dan ayam.
“Indeks harga yang diterima peternak naik 1,36 persen, lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar peternak yang hanya naik 0,15 persen,” ujar Agnes pada Selasa, 17 Juni 2025.
Beberapa kelompok ternak penyumbang utama kenaikan harga antara lain ternak besar seperti sapi dan kerbau yang naik 3,22 persen. Sementara ayam ras pedaging dan ayam kampung juga naik 0,53 persen. Namun, ada juga yang mengalami penurunan, seperti harga telur ayam ras yang turun 0,76 persen.
Dari sisi pengeluaran, kenaikan biaya produksi juga tercatat, meskipun tidak terlalu besar.
“Kelompok biaya produksi dan barang modal naik 0,41 persen, tapi secara umum pengeluaran peternak hanya naik 0,15 persen,” jelas Agnes.
Dengan kondisi ini, peternak diharapkan bisa lebih optimistis dalam mengembangkan usahanya. Menurut BPS, kenaikan NTPT menjadi sinyal bahwa keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan mulai membaik, meskipun tetap harus diwaspadai fluktuasi harga di bulan-bulan mendatang.
Agnes menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan harga di tingkat petani sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









