SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Di Balai Nikah KUA Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, momen sakral pernikahan Yunus dan Endang, warga setempat, menjadi istimewa dan tak akan terlupakan.

Pasalnya pernikahan mereka tidak dinikahkan oleh penghulu biasa, melainkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Nur Widiantoro, Selasa, 17 Juni 2025.

Di tengah suasana sederhana namun penuh kekhidmatan, prosesi pernikahan tersebut berlangsung hangat.

Disaksikan oleh beberapa anggota keluarga dan staf KUA, suasana Balai Nikah berubah menjadi ruang penuh makna. Hadir pula menyaksikan momen istimewa tersebut, Kasi Bimas Islam Moch Ali Muhtar.

Khutbah nikah dan nasihat rumah tangga disampaikan oleh Kepala KUA Mentawa Baru Ketapang, Mohamad Yusuf. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dalam memasuki kehidupan rumah tangga.

“Persiapkan mental, sebagai suami istri harus bisa saling menerima, terutama hal-hal yang tidak disukai dari pasangan. Itu bagian dari proses belajar dan mencintai dalam pernikahan,” ucap Yusuf.

Yang menarik, Yusuf juga menyinggung peran suami untuk memiliki rasa cemburu yang sehat, karena menurut ajaran Islam, cemburu merupakan cabang dari iman.

“Suami harus memiliki rasa cemburu terhadap istrinya, karena rasa cemburu ini adalah cabang iman yang ke-72. Jangan sampai jadi dayuts, yaitu suami yang tidak punya rasa cemburu, itu tercela dalam pandangan agama,” tegasnya.

Prosesi akad nikah tersebut menjadi bagian dari layanan publik yang inovatif dari Kemenag Kotim. Yusuf menjelaskan momen ini merupakan bagian dari pendekatan pelayanan yang lebih personal dan berkesan.

“Sesekali kita ingin memberikan pengalaman berbeda. Mudah-mudahan ini menjadi kenangan indah bagi pasangan Yunus dan Endang, karena dinikahkan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag, bukan oleh penghulu atau kepala KUA sebagaimana biasanya,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)