BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Negeri Barito Timur, Selasa, 17 Juni 2025.
Kunjungan dalam upaya memperkuat koordinasi dan membangun sinergitas antar lembaga penegak hukum tersebut, disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur, Yedivia Rum.
Turut mendampingi Agung dalam pertemuan itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Junaidi serta Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Bartim, Cristian Hadi Gunawan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kolaboratif, membahas berbagai langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan pemasyarakatan serta efektivitas penegakan hukum di wilayah Barito Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Agung memperkenalkan diri sebagai Kepala Rutan yang baru menjabat. Ia juga menyampaikan beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti penanganan kasus tahanan yang mengalami overstaying (melewati masa penahanan) serta optimalisasi pelaporan integrasi, khususnya terkait program pembebasan bersyarat bagi warga binaan.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan, termasuk dalam bentuk penyelenggaraan penyuluhan hukum kepada warga binaan dan pegawai Rutan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan serta memperkuat kesadaran hukum di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Kejari Barito Timur, Yedivia Rum, menyambut baik inisiatif silaturahmi dan kolaborasi yang dibangun oleh Rutan Tamiang Layang. Ia menegaskan bahwa Kejaksaan siap mendukung penguatan sistem pemasyarakatan yang humanis, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan.
“Kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama berkelanjutan demi pelayanan hukum yang lebih baik bagi masyarakat dan warga binaan. Prinsip keadilan dan kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi dalam setiap langkah penegakan hukum,” tutur Yedivia.
Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam mempererat hubungan kelembagaan antara Rutan Kelas IIB Tamiang Layang dengan Kejaksaan Negeri Barito Timur.
Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menciptakan sistem penanganan tahanan yang lebih tertib, terarah dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan restoratif. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









