PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Di tengah derasnya arus digitalisasi, perpustakaan tetap berdiri kokoh sebagai pilar pengetahuan. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, dalam kunjungan organisasi kemasyarakatan Kerukunan Keluarga Suku Dayak Ot Danum atau KWOD pada Selasa, 17 Juni 2025.

Adiah menyatakan bahwa perpustakaan adalah "rumah" bagi segala bentuk ilmu pengetahuan. Tidak hanya terbatas pada buku cetak, perpustakaan kini juga memuat jurnal ilmiah, kliping berita, serta berbagai media digital yang mendukung proses belajar sepanjang hayat.

Kunjungan KWOD yang dipimpin oleh Guntur Talajan dan Rosita ini menjadi momen penting dalam mempererat sinergi antara institusi budaya dan lembaga literasi. Dalam kesempatan tersebut, KWOD menyerahkan terjemahan Alkitab dalam bahasa Ot Danum serta sejumlah film pendek bernuansa kearifan lokal.

Adiah menyambut baik sumbangan tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian budaya dan pengayaan koleksi literasi keagamaan di perpustakaan.

"Kami menilai karya-karya tersebut tidak hanya memperluas referensi pembaca, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat lokal," kata Adiah.

Lebih lanjut, Adiah mendorong agar perpustakaan dimanfaatkan secara maksimal oleh semua lapisan masyarakat. Menurutnya, di tengah maraknya informasi digital, perpustakaan hadir sebagai ruang aman untuk menggali ilmu yang terverifikasi dan mendalam.

"Dengan semangat kolaborasi lintas budaya, perpustakaan di Kalimantan Tengah terus bertransformasi menjadi ruang inklusif yang mengakomodasi tradisi dan inovasi. Meski zaman berubah, semangat mencerdaskan kehidupan bangsa tetap menjadi kompas utama lembaga ini," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/j)