KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Ratusan pelajar dari jenjang RA/TK, MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA/SMK mengikuti Lomba Manasik Haji yang digelar di Stadion Mini Gagah Lurus Kuala Pembuang pada Selasa, 17 Juni 2025. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis dan menyeluruh mengenai tata cara pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah sejak usia dini.

Wakil Bupati Seruyan H  Supian berkenan acara yang bertujuan untuk memperkenalkan konsep Haji dan Umrah kepada anak-anak sejak dini, sebagai bagian dari rukun Islam yang kelima.

Dalam lomba ini, para peserta menjalani berbagai simulasi rukun dan wajib Haji, seperti tawaf mengelilingi replika Kakbah, Sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, serta melontar jumrah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan. Semua tahapan dilakukan sesuai dengan urutan pelaksanaan ibadah Haji, disertai penjelasan singkat oleh pembimbing dari masing-masing sekolah.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga edukatif. Pelajar diajak untuk memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ibadah Haji, seperti kesabaran, ketertiban, serta keikhlasan dalam beribadah. Selain itu, suasana kekeluargaan dan kebersamaan antar sekolah semakin terasa karena lomba ini mempertemukan peserta dari berbagai kecamatan, terutama Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur.

Salah satu guru pembimbing menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat membantu siswa dalam menghayati makna ibadah Haji secara langsung, tidak hanya lewat teori di dalam kelas. “Anak-anak jadi tahu urutan dan tata cara ibadah haji secara nyata. Ini sangat membekas bagi mereka,” ujarnya.

Dengan materi yang menyentuh aspek akidah dan praktik ibadah, lomba ini diharapkan dapat membentuk pondasi keagamaan yang kuat bagi generasi muda Seruyan. Ke depan, kegiatan seperti ini direncanakan untuk terus digelar secara rutin sebagai bagian dari penguatan pendidikan agama di sekolah. (FAHRUL/J)