KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Penerapan Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) di atas kapal kini menjadi perhatian serius dalam mendorong kemajuan industri perikanan yang lebih modern, berkelanjutan, dan kompetitif di pasar global.

CPIB bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi merupakan investasi strategis demi masa depan perikanan Indonesia yang lebih sejahtera dan berkualitas.

Hal itu terungkap dari kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) di atas kapal, yang digelar di UPT Pelabuhan  Perikanan Seruyan, Rabu, 18 Juni 2025.

Tujuan utama dari penerapan CPIB di atas kapal adalah untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan sejak dari laut, sebelum sampai ke tangan konsumen.

Dengan langkah ini, diharapkan mutu dan keamanan ikan tetap terjamin, sekaligus memberikan nilai tambah bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Diskan seruyan, Rensi SN Siregar, mengatakan banyak manfaat dari di gelarnya kegiatan bimbingan teknis itu.

Dengan penerapan CPIB di atas kapal  maka dapat Menjaga Mutu Ikan, Mencegah Kontaminasi, Memenuhi Standar Keamanan Pangan, Meningkatkan Nilai Jual Ikan, Meningkatkan Daya Saing Produk Perikanan, Memperpanjang Masa Simpan  dan Meningkatkan Kepercayaan Konsumen. 

“Dengan meningkatkan pemahaman dan penerapan CPIB di atas kapal, diharapkan seluruh pelaku perikanan, khususnya nelayan, dapat merasakan langsung manfaatnya dalam jangka panjang,“ tukasnya. (FAHRUL/j)