BORNEONEWS, Tamiang Layang – Sebanyak 375 mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) bakal diterjunkan ke 25 desa di Kabupaten Barito Timur untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode I Tahun 2025.
Pemerintah Kabupaten Barito Timur menyambut baik program tersebut dan mendorong kolaborasi aktif antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal.
Rencana kegiatan ini terungkap dalam audiensi antara Panitia KKN UPR dengan Pemkab Barito Timur yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Rabu, 18 Juni 2025. Audiensi dipimpin oleh Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P Lelu.
Turut hadir dalam pertemuan ini sejumlah pejabat, antara lain Plt Kepala DPMDSos, Plt Kepala Dinas Perpustakaan Daerah, Sekretaris Diskominfosantik, para camat dan kepala desa.
“Kehadiran mahasiswa KKN ini adalah peluang emas untuk mendorong akselerasi pembangunan desa secara partisipatif dan berbasis pendekatan ilmiah,” ujar Ari Panan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program-program KKN memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya minta para camat dan kepala desa memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin untuk menjawab persoalan-persoalan di lapangan,” tegasnya.
KKN UPR akan berlangsung mulai 16 Juli hingga 18 Agustus 2025 dan tersebar di tujuh kecamatan, yakni Dusun Tengah, Benua Lima, Raren Batuah, Karusen Janang, Pematang Karau, Paku dan Kecamatan Dusun Timur.
Para mahasiswa berasal dari delapan fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Pertanian, Teknik, FKIP, Hukum, MIPA, FISIP dan Fakultas Kedokteran.
Pada kesempatan itu Panitia KKN UPR memaparkan mekanisme pelaksanaan program, termasuk penjajakan kebutuhan desa serta upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pemerintah daerah.
Dalam audiensi itu juga diinformasikan bahwa KKN Periode II akan dilaksanakan pada November hingga Desember 2025, sebagai lanjutan dari tahap pertama.
Pemkab Barito Timur menyatakan kesiapan mendukung penuh pelaksanaan KKN ini sebagai bentuk nyata keterlibatan akademisi dalam pembangunan.
“Kami percaya generasi muda, melalui KKN ini, bisa menjadi agen perubahan yang memperkuat semangat gotong royong, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Ari Panan. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









