BORNEONEWS, Pangkalan Bun – CNV Internasional mendorong perusahaan-perusahaan sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) untuk menerapkan prinsip yang ramah terhadap perempuan dan anak.
Dorongan ini disampaikan dalam seminar bertajuk Mewujudkan Sawit Ramah Pekerja Perempuan dan Anak yang digelar selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juni 2025 di salah satu hotel di Pangkalan Bun.
Seminar ini diikuti oleh perwakilan dari sejumlah perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kobar. Fokus utamanya adalah membangun kesadaran perusahaan terhadap pentingnya perlindungan hak-hak pekerja perempuan serta kesejahteraan anak di lingkungan kerja.
Perwakilan CNV di Indonesia, Amalia Falah Alam mengatakan bahwa pelatihan ini sudah memasuki tahun ketiga dan kini berada di level advance. Hal ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menciptakan perubahan nyata di sektor perkebunan sawit.
"Harapannya betul-betul mereka punya komite gender yang berfungsi dengan baik, sesuai dengan aturan, dapat berdampak luas terutama untuk pekerja perempuan dan keluarganya," kata Amalia, Rabu, 18 Juni 2025.
Ia menegaskan pentingnya perusahaan memiliki kebijakan internal yang progresif, tidak hanya mengikuti standar minimum yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
"Jadi jangan berpatokan kepada minimum tetapi kita juga harus menaikkan standar, yang mengatur hak perempuan," tambahnya.
Menurut Amalia, salah satu hal penting yang harus diwujudkan oleh perusahaan adalah pembentukan komite gender yang menjadi lembaga kunci dalam perlindungan pekerja perempuan.
Komite ini diharapkan bisa mengidentifikasi dan mengangkat isu-isu sensitif, sekaligus mendorong perbaikan kondisi kerja.
"Komite gender ini bisa memfasilitasi pembentukan komunitas perempuan di lingkungan perusahaan. Komunitas ini diharapkan menjadi tempat yang aman dan memberdayakan," jelas Amalia.
Ia menambahkan bahwa pekerjaan di sektor perkebunan yang menuntut fisik prima juga memerlukan penyesuaian dalam sistem kerja agar tidak membebani pekerja perempuan secara berlebihan. Salah satunya melalui modifikasi alur kerja dan mekanisasi sederhana yang dapat menunjang produktivitas.
"Perbaikan kondisi kerja juga sangat penting. Mekanisasi sederhana dapat membantu efisiensi kerja dan mengurangi beban fisik," ujarnya.
Selain itu, perusahaan juga didorong untuk memperbaiki sarana dan prasarana kesehatan serta memastikan pekerja perempuan terlindungi oleh skema BPJS Ketenagakerjaan.
Amalia menekankan pentingnya penyediaan fasilitas kesejahteraan anak seperti tempat penitipan anak, sarana sanitasi yang memadai, hingga perekrutan tenaga terlatih di bidang pendidikan anak usia dini.
"Ini penting, karena perempuan yang tahu anaknya sejahtera akan bekerja dengan gembira dan produktif," tutur Amalia.
Ia juga mengingatkan bahwa perusahaan harus memastikan tempat tinggal karyawan, seperti mess atau rumah dinas, aman dan layak bagi anak-anak.
"Mess itu harus aman, tidak ada bagian yang tajam atau berbahaya, serta layak untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan," tutupnya.
Melalui kegiatan ini, CNV Internasional berharap seluruh perusahaan sawit di Kobar, dapat meningkatkan komitmen terhadap perlindungan pekerja perempuan dan anak, sehingga tercipta lingkungan kerja yang inklusif dan berkeadilan.(DANANG/R)
CNV Internasional Dorong Perusahaan Sawit Terapkan Prinsip Ramah Perempuan dan Anak di Kobar
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Kemendikdasmen Beri Fleksibilitas Susulan TKA untuk Wilayah Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







