BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat perkembangan signifikan dalam sektor pasar modal, khususnya melalui aktivitas Agen Penjual Efek Reksa Dana atau APERD. Jumlah nasabah APERD, baik individu maupun institusi, terus mengalami pertumbuhan positif dari tahun ke tahun.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa peningkatan tersebut turut mendorong lonjakan nilai penjualan produk APERD yang mencapai Rp22,21 miliar, atau meningkat sebesar Rp13,45 miliar dibanding tahun sebelumnya.
“Secara persentase, ini naik 153,57 persen year-on-year dari nilai awal Rp8,76 miliar. Ini menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan masyarakat terhadap produk pasar modal semakin tinggi,” jelasnya pada Kamis, 19 Juni 2025.
Menurut Primandanu, pertumbuhan ini merupakan indikator penting bahwa inklusi keuangan di wilayah Kalimantan Tengah sedang berjalan baik. Keterlibatan masyarakat dalam investasi reksa dana menjadi bukti bahwa literasi keuangan mulai berkembang, khususnya di sektor ritel dan pelaku usaha lokal.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan ini tak lepas dari peran aktif berbagai pihak dalam menyosialisasikan manfaat berinvestasi di pasar modal. Dukungan teknologi dan kemudahan akses juga menjadi kunci keberhasilan dalam menarik partisipasi masyarakat lebih luas.
OJK Kalimantan Tengah terus berkomitmen meningkatkan pengawasan dan edukasi untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan pasar modal yang sehat dan berkelanjutan. Primandanu menekankan pentingnya perlindungan investor sebagai bagian dari strategi penguatan sektor keuangan.
“Dengan tren pertumbuhan seperti ini, kami optimistis pasar modal akan semakin menjadi pilihan masyarakat dalam mengelola dana secara cerdas. Kami berharap sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk mendukung iklim investasi yang inklusif,” pungkas Primandanu. (TESTI PRISCILLA/j)









