PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar Pelatihan Digitalisasi bagi Pelaku Usaha Mikro.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juni 2025, di Aula UMKM Disperindagkop UKM.

Sebanyak 50 pelaku usaha mikro dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kobar mengikuti pelatihan tersebut. Mereka dipilih melalui proses seleksi berdasarkan komitmen dan kesiapan dalam mengadopsi teknologi digital untuk pengembangan usaha.

Pelatihan ini merupakan langkah nyata dari pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing pelaku UMKM melalui penguasaan teknologi informasi dan digitalisasi.

Kepala Disperindagkop UKM Kobar, Alfan Khusnaini, menegaskan pentingnya digitalisasi sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan dunia usaha saat ini.

“Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan. Usaha mikro yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital akan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” kata Alfan, Rabu, 18 Juni 2025.

Pelatihan ini mencakup berbagai materi penting, mulai dari strategi promosi digital, pemanfaatan aplikasi transaksi online, pengelolaan keuangan berbasis teknologi, hingga penguatan branding melalui media sosial dan marketplace.

Peserta juga diajarkan membuat konten visual seperti foto produk dan video pendek untuk meningkatkan daya tarik dan jangkauan promosi mereka secara daring.

Disperindagkop UKM menggandeng sejumlah narasumber kompeten, termasuk dari LPP Enter untuk materi digital marketing, Dinas Komunikasi dan Informatika Kobar, Universitas Antakusuma, SMK Negeri 1 Pangkalan Bun, serta Bank Kalteng.

“Kami ingin peserta memiliki wawasan yang menyeluruh, baik dari sisi teknis, kreativitas, hingga pengelolaan keuangan. Kolaborasi dengan berbagai pihak ini menjadi kekuatan utama dalam pelatihan ini,” tambah Alfan.

Pelatihan digitalisasi ini merupakan bagian dari program prioritas Pemkab Kobar, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan kapasitas SDM pelaku usaha mikro.

Dengan peningkatan kemampuan digital, pelaku UMKM diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang tangguh, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di era digital.

“Kami ingin pelaku UMKM Kobar tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Digitalisasi adalah jembatan untuk menuju ke sana,” pungkasnya. (DANANG/H)