PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna meningkatkan daya saing pelaku UMKM melalui penguasaan teknologi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memberikan pelatihan digitalisasi bagi pelaku usaha mikro.

Kepala Disperindagkop UKM, Alfan Khusnaini, Kamis, 19 Juni 2025 menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, sejak tanggal 17-19 Juni 2025 di Aula UMKM Disperindagkop UKM.

"Kegiatan ini diikuti 50 pelaku usaha mikro dari berbagai kecamatan di Kobar. Peserta merupakan individu terpilih yang telah diseleksi berdasarkan komitmen dan kesiapan dalam mengadopsi teknologi digital untuk pengembangan usaha," jelas Alfan Khusnaini.

Alfan Khusnaini menjelaskan pentingnya digitalisasi sebagai kunci keberlangsungan dan pertumbuhan usaha mikro di era modern. 

“Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi keharusan. Usaha mikro yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital akan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” jelas Alfan Khusnaini.

--page

Menurut  Alfan Khusnaini, pelatihan  ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta, mulai dari strategi promosi digital, penggunaan aplikasi transaksi online, hingga pengelolaan keuangan berbasis teknologi. 

"Para peserta juga dibekali kemampuan mengelola akun media sosial dan marketplace, serta membuat konten visual seperti foto dan video untuk memperkuat branding produk mereka," jelas Alfan Khusnaini.

Menurut Alfan Khusnaini, narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, termasuk dari lembaga pelatihan untuk materi digital marketing, Diskominfo Kobar, Universitas Antakusuma, SMK Negeri 1 Pangkalan Bun, serta Bank Kalteng. 

"Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang menyeluruh bagi peserta.Pelatihan ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Melalui peningkatan kapasitas SDM UMKM yang tangguh dan adaptif, diharapkan pelaku usaha mikro dapat menjadi motor penggerak ekonomi digital di daerah dengan daya saing yang tinggi," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/Y)