BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Di sudut tenang perkebunan sawit Kalimantan Tengah, sebuah kisah luar biasa terukir dari seorang anak bernama Lalu Ahmad Fayaz.
Bocah berusia tujuh tahun ini bukan hanya sedang mengeja masa kecilnya, tapi juga menulis sejarah dengan tinta semangat, ketekunan, dan harapan.
Fayaz, siswa kelas 2 di SD binaan PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP) & PT Agro Menara Rachmat (AMR), anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk, baru-baru ini mengharumkan nama sekolah dan daerahnya dengan meraih medali emas dalam ajang Olimpiade Nasional Bahasa Inggris.
Ia mengungguli lebih dari 600 peserta dari sekolah-sekolah unggulan, termasuk sekolah berkurikulum internasional.
Yang lebih mengagumkan, Fayaz berhasil menyelesaikan seluruh soal dengan nilai sempurna hanya dalam waktu 54 menit menjadikannya peserta tercepat dengan nilai tertinggi.
“Ia anak yang penuh semangat,” ungkap Putri Azzahra Salsabilla, guru pendampingnya, Kamis, 19 Junu 2025.
“Bukan hanya cerdas, tapi juga tekun dan selalu haus belajar. Yang paling penting, dia percaya bahwa ia bisa.” imbuhnya.
Sejak kecil, Fayaz menunjukkan ketertarikan besar pada dunia belajar. Ia kerap dibimbing langsung oleh ibundanya yang sederhana, sosok yang menjadi guru pertama sekaligus penyemangat utama. Malam-malam mereka diisi dengan membaca, berdiskusi, dan berlatih Bahasa Inggris.
Prestasi Fayaz bukan sekedar cerita tentang angka dan medali, tapi tentang tumbuhnya harapan dari tempat yang kerap terabaikan.
Sekolah tempat ia belajar terletak di lingkungan perkebunan sawit, jauh dari pusat kota. Namun, dari sana lahir semangat yang mampu menembus batas.
Administratur PT GSIP AMR, Rahadian Tegar, mengatakan keberhasilan Fayaz menjadi bukti nyata dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pendidikan.
“Kami percaya bahwa setiap anak Indonesia, tanpa memandang di mana ia dilahirkan, berhak mendapat pendidikan yang berkualitas dan lingkungan yang mendukung,” jelasnya.
Melalui dukungan Astra Agro, sekolah-sekolah di lingkungan perkebunan tidak hanya mendapat fasilitas pendidikan yang layak, tetapi juga pelatihan guru serta pendampingan karakter untuk peserta didik.
Kini, Fayaz menjadi simbol harapan bagi anak-anak lain di pelosok negeri. Bahwa siapa pun bisa bermimpi besar, dan mewujudkannya, selama diberi kesempatan dan dukungan yang tulus.
Di antara barisan pohon sawit dan debu jalanan kebun, Fayaz berdiri tersenyum bukan hanya membawa pulang medali emas, tapi juga cahaya bagi masa depan anak-anak Indonesia lainnya. Sebuah cahaya yang lahir dari ketekunan, cinta, dan keyakinan bahwa mimpi bisa tumbuh di mana saja. (DANANG/H)
Cahaya dari Pelosok Sawit: Fayaz, Bocah 7 Tahun Peraih Emas Olimpiade Nasional Bahasa Inggris
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







