PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II Komisi I DPRD Palangka Raya, Syaufwan Hadi, mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya untuk lebih waspada terhadap jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong yang marak terjadi belakangan ini.

Menurutnya, banyaknya kasus ASN yang terjerat utang pinjol maupun menjadi korban investasi palsu dapat berdampak serius pada kinerja dan integritas pelayanan publik.

“Sebagai pelayan masyarakat, ASN harus bijak dalam mengelola keuangan dan tidak mudah tergiur oleh iming-iming keuntungan besar yang tidak masuk akal,” ujar Syaufwan, Kamis 19 Juni 2025.

Ia menekankan pentingnya literasi keuangan di kalangan ASN agar mereka dapat membedakan antara produk keuangan legal dan ilegal, serta mampu mengambil keputusan finansial yang sehat dan bertanggung jawab.

Syaufwan juga mendorong agar Pemko Palangka Raya melalui instansi terkait, seperti BKPSDM dan Inspektorat, rutin memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya pinjol ilegal dan investasi bodong, termasuk langkah-langkah pencegahannya.

--page

“Upaya pencegahan jauh lebih baik daripada harus menangani dampak setelah ASN terjerat utang atau menjadi korban penipuan. Ini penting untuk menjaga citra dan profesionalitas aparatur,” tegasnya.

Ia berharap seluruh ASN dapat lebih waspada dan berpikir rasional sebelum melakukan transaksi keuangan, serta tidak ragu melaporkan jika menemui tawaran mencurigakan yang berpotensi merugikan. (MARINI/y)