PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan atau NTNP Provinsi Kalimantan Tengah mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen pada Mei 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan ini terjadi karena indeks harga yang diterima nelayan dan pembudidaya ikan atau It meningkat sebesar 0,16 persen, sementara indeks harga yang dibayar atau Ib mengalami sedikit penurunan sebesar 0,04 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa kenaikan It subsektor perikanan terutama didorong oleh meningkatnya harga hasil produksi dari kelompok perikanan budidaya.

"Indeks harga perikanan budidaya mengalami kenaikan sebesar 1,24 persen, yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan nilai tukar subsektor ini," ujar Agnes pada Kamis, 19 Juni 2025.

Meski NTNP menunjukkan tren positif, perikanan tangkap justru mengalami sedikit penurunan sebesar 0,07 persen. Hal ini disebabkan oleh turunnya indeks harga hasil produksi dari kelompok penangkapan perairan umum, meskipun harga penangkapan laut mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen.

Agnes menambahkan bahwa penurunan Ib sebesar 0,04 persen turut memberikan dorongan bagi peningkatan daya beli nelayan dan pembudidaya ikan.

"Penurunan biaya produksi dan konsumsi yang ditanggung nelayan membuat mereka memiliki sedikit kelonggaran dalam operasional mereka," tuturnya.

Secara keseluruhan, perikanan budidaya menjadi faktor utama yang menopang peningkatan NTNP pada Mei 2025. Jenis usaha seperti budidaya air tawar dan air payau menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan, dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,60 persen dan 2,25 persen.

Dengan tren yang ada, BPS Kalimantan Tengah optimistis subsektor perikanan akan terus mengalami perkembangan positif, terutama dengan dukungan kebijakan yang mendorong efisiensi produksi dan peningkatan nilai jual hasil perikanan lokal. (TESTI PRISCILLA/H)