BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong didampingi Plt kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Atis, Kepala Dinas Sosial Jhonson Ahmad dan pejabat lainnya menyerahkan bantuan logistik kepada korban kebakaran rumah di Jalan A Runting Kelurahan Kuala Kurun Kecamatan Kurun, Kamis, 19 Juni 2025.
Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan makan, perlengkapan sekolah, alas tidur, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.
"Semoga bantuan yang kami berikan bisa meringankan beban korban kebakaran rumah. Kami hadir di sini bukan hanya sebagai pemerintah, tapi juga sebagai keluarga besar masyarakat Gunung Mas yang turut berduka dan prihatin atas musibah ini," kata Jaya, Kamis, 19 Juni 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Jaya juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.
Ia menekankan pentingnya penggunaan kabel berstandar SNI dan pemeriksaan rutin terhadap kondisi instalasi yang sudah berusia lama.
"Keselamatan keluarga kita dimulai dari rumah. Pastikan instalasi listrik terpasang dengan benar dan gunakan tenaga ahli agar tidak membahayakan," pesannya.
Untuk diketahui, telah terjadi kebakaran rumah di jalan A. Runting Kecamatan Kurun pada Rabu, 18 Juni 2025 malam. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Ada tiga rumah yang terdampak si jago merah yakni rumah Rusiniwati yang mengalami kerusakan berat pada bangunan rumah, Agrianto dengan dampak sedang, dan Eva Hiranty yang rumahnya mengalami kerusakan ringan.
Sementara itu, Plt. Kepala BPBD Gunung Mas, Atis, menyampaikan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung menerjunkan personel ke lokasi beserta armada pemadam kebakaran. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya.
Ia juga membenarkan bahwa kebakaran menyebabkan kerusakan dengan tingkat berbeda pada tiga rumah warga, dan pihaknya telah melakukan pendataan serta koordinasi lanjutan untuk pemberian bantuan tahap berikutnya sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku.
"Musibah ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, serta pentingnya peran aktif pemerintah dalam memberikan penanganan cepat dan tepat kepada warga terdampak bencana," ucapnya. (RISKA YULYANA/R)









