PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) turut berkontribusi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2025 jenjang SD/MI dan SMP/MTs dengan menugaskan delapan orang Petugas Teknis Pertandingan untuk cabang olahraga Pencak Silat.

Ketua Umum IPSI Kobar, Sri Lestari menyampaikan bahwa pengiriman Petugas Teknis Pertandingan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga dan pembinaan karakter siswa melalui seni bela diri tradisional Indonesia.

"Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan O2SN jenjang SD/MI dan SMP/MTs Tingkat Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2025, PENGKAB IPSI Kotawaringin Barat menugaskan Petugas Teknis Pertandingan dengan Surat Tugas Nomor: 01-05/S.Tug/IPSI.KTB/6/2025 Tanggal 5 Juni 2025," ujar Sri Lestari, Kamis, 19 Juni 2025.

Total ada 8 orang Petugas Teknis Pertandingan terdiri dari ketua pertandingan, wasit juri dan lainnya, yang ditugaskan untuk mengawal jalannya pertandingan pencak silat di dua jenjang pendidikan tersebut.

Penugasan ini juga merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Surat Nomor: 433/1019/P.SD/Dikbud Tanggal 6 Mei 2025 perihal permohonan juri dan wasit.

Sri Lestari menegaskan bahwa kehadiran Petugas Teknis Pertandingan dari IPSI sangat penting untuk menjaga objektivitas dan kualitas pertandingan agar berjalan sesuai dengan standar yang berlaku.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen pembinaan bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan pencak silat sebagai bagian dari jati diri bangsa," tambahnya.

Sri Lestari juga menyampaikan pesan khusus kepada para pelatih, guru, dan pihak sekolah mengenai pentingnya pembinaan pencak silat secara berkelanjutan.

“Kepada para pelatih, teruslah semangat untuk melatih dan jangan pernah berhenti untuk meningkatkan kapasitas diri dengan perbanyak mengikuti pelatihan-pelatihan atau workshop-workshop kepelatihan,” pesannya.

Sementara kepada guru dan sekolah, ia mengajak agar lebih mendorong siswa untuk aktif berlatih dan mencintai pencak silat.

“Mari kita dorong siswa dan siswi untuk terlibat langsung dalam melestarikan budaya bangsa melalui latihan Pencak Silat sebagai olahraga, Pencak Silat sebagai prestasi, dan Pencak Silat sebagai seni dan budaya bangsa,” tutupnya. (DANANG/R)