BORNEONEWS, Pangkalan Bun — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kini mengoperasikan Paviliun Ramin Kelas 1 Kebidanan guna meningkatkan mutu layanan kesehatan, khususnya untuk ibu dan anak.
Direktur RSUD Sultan Imanuddin, Fachrudin, menyampaikan bahwa ruang kelas 1 ini dibuka untuk masyarakat umum, termasuk peserta BPJS. “Ini bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya pada Jumat, 20 Juni 2025.
Peluncuran paviliun ini merupakan bagian dari pengembangan berkelanjutan terhadap sarana dan prasarana rumah sakit. Sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah barat Kalimantan Tengah, RSSI terus memperkuat kapasitasnya dalam memberikan layanan medis berkualitas.
Fachrudin berharap keberadaan Paviliun Ramin Kelas 1 Kebidanan dapat memberikan kenyamanan serta pelayanan optimal bagi pasien ibu hamil dan anak. “Ini adalah upaya nyata kami dalam mendukung pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang lebih baik di wilayah ini,” tambahnya.
Selain pembangunan fisik, RSUD Sultan Imanuddin juga memperkuat layanan medis dengan menambah jumlah dokter spesialis di berbagai bidang. Hal ini bertujuan untuk memberikan diagnosa dan perawatan yang lebih akurat, sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Fachrudin juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan yang ada. “Masyarakat yang ingin berkonsultasi atau berobat bisa langsung datang ke RSSI, karena dokter-dokter spesialis kami kini sudah lengkap,” tegasnya.
Sebagai informasi, RSUD Sultan Imanuddin memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda. Awalnya bernama RSU Pangkalan Bun dan berlokasi di Kelurahan Raja (kini Puskesmas Arut Selatan, Jl. Pangeran Antasari No. 176). Pada tahun 1979, rumah sakit dipindahkan ke Jalan Sutan Syahrir No.17, dan diresmikan pada 18 Maret 1992 oleh Dr. Adyatma MPH, yang kala itu menjabat sebagai pejabat Menteri Kesehatan RI.
Nama Sultan Imanuddin diambil dari salah satu Sultan di Kesultanan Kutaringin, yang berjasa dalam memindahkan pusat kerajaan dari Kotawaringin Lama ke Pangkalan Bun.









