BORNEONEWS, Sampit – Harapan masyarakat Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akan jalan yang layak dan nyaman kembali disuarakan melalui anggota DPRD Kotim, Andi Lala. Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan janji lama terkait perbaikan jalan dari Desa Bajarau menuju Kelurahan Parenggean, akses vital sepanjang 2,5 kilometer yang hingga kini rusak parah.
Jalan tersebut, selain berada di tengah permukiman padat penduduk, juga menjadi jalur utama menuju Rumah Sakit Pratama Parenggean yang melayani ribuan warga sekitar.
“Saya sudah berulang kali menagih janji pemerintah daerah terkait jalan Bajarau–Parenggean. Pertama, karena ini jalur vital. Kedua, keberadaannya tepat di sekitar fasilitas kesehatan penting, yaitu rumah sakit,” ujar Andi Lala, Jumat, 20 Juni 2025.
Menurut politisi Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan (Dapil) V tersebut, kondisi jalan yang penuh lubang dan sebagian besar hanya berupa tanah sangat mengganggu mobilitas warga, terutama saat hujan. Lebih memprihatinkan lagi, perbaikan jalan ini telah dijanjikan bertahun-tahun namun tak kunjung terlaksana.
Andi menyebutkan bahwa sebelumnya sempat tersedia Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,5 miliar, namun realisasinya tertunda karena kebijakan efisiensi anggaran di tingkat pusat. Kini, pihaknya mendorong agar sisa Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang mencapai Rp4 miliar dapat dialokasikan untuk perbaikan jalan ini.
“Minimal dikerjakan dulu pengerasan tahun ini. Anggarannya tidak besar, sekitar Rp500 juta sampai Rp750 juta. Tahun depan baru diusulkan pengaspalan. Kita butuh progres nyata, bukan sekadar rencana,” tegasnya.
Andi juga menyoroti pentingnya jalan ini dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di wilayah Parenggean. Dengan dua pelabuhan milik perusahaan besar berada di jalur tersebut serta tingginya potensi sektor perkebunan, perbaikan jalan dianggap mendesak dan layak menjadi prioritas.
“Parenggean ini penyumbang pajak besar di Kotim. Tapi kalau jalan kabupatennya rusak berat dan belum juga diperbaiki, tentu menjadi ironi. Padahal jalan provinsi saja bisa mulus, kenapa jalan kabupaten yang justru jadi kewajiban utama malah terbengkalai?” ucapnya.
Andi Lala berharap pemerintah daerah dapat lebih responsif terhadap kondisi lapangan dan aspirasi warga. Ia mendesak agar perbaikan jalan Bajarau–Parenggean dimasukkan dalam rencana kerja prioritas APBD Perubahan 2025, sehingga janji yang sudah lama dinanti masyarakat tidak lagi menjadi harapan kosong. (DEWI PATMALASARI/j)









