SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menegaskan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kotim 2025–2029 akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah.

“Musrenbang RPJMD untuk menyinkronkan program kabupaten dengan provinsi maupun pusat. Pemerintahan itu satu kesatuan dari pusat hingga desa, jadi kita tidak boleh membuat program yang bertolak belakang,” kata Halikinnor, Jumat, 20 Juni 2025.

Sebelumnya, Pemkab Kotim telah menggelar Musrenbang RPJMD Kotim 2025–2029 di Aula Sei Mentaya, Kantor Bapperida Kotim, Kamis, 19 Juni 2025. 

Penyusunan RPJMD Kotim mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan RPJMD dan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah 2025–2029. Proses ini wajib rampung dalam waktu enam bulan sejak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati pada 20 Februari 2025.

Menurut Halikinnor, tahapan penyusunan RPJMD sudah dimulai sejak awal pelantikan. Rancangan awal telah dikonsultasikan ke Pemprov Kalimantan Tengah pada 20 Mei 2025 dan dilanjutkan dengan forum lintas perangkat daerah pada 13 Juni 2025 untuk menyelaraskan Renstra dengan visi-misi kepala daerah.

“Kami resmi memulai musrenbang RPJMD dan akan segera menyempurnakan rancangan akhir berdasarkan hasil musyawarah ini,” ujarnya.

RPJMD Kotim 2025–2029 merupakan penjabaran visi-misi kepala daerah, yaitu: “Sejahtera, Bermartabat, Maju, dan Berkelanjutan”. Visi ini diturunkan menjadi delapan misi.

Halikinnor juga memberikan instruksi tegas kepada Kepala Bapperida untuk mengawal seluruh tahapan penyusunan dokumen RPJMD hingga tuntas, serta kepada seluruh kepala perangkat daerah dan camat untuk segera menyelesaikan rancangan awal Renstra Perangkat Daerah (RenstraPD) dan menginputnya ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Keberhasilan RPJMD sangat bergantung pada keterlibatan aktif semua pihak. Mari kita susun program prioritas dengan indikator yang tepat agar pembangunan lima tahun ke depan benar-benar berdampak positif,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)