PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah atau KOJK Kalteng menggelar sosialisasi bertema “Indonesia Anti-Scam Centre atau IASC serta Bahaya Pinjaman Online Ilegal dan Judi Online kepada komunitas dan mahasiswa di Kota Palangka Raya. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hapakat KOJK Kalteng dan menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan peran dan fungsi Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan IASC. Kedua entitas tersebut menjadi garda terdepan dalam memberantas berbagai bentuk penipuan digital, termasuk investasi ilegal, pinjaman online tidak berizin, dan perjudian daring.

Dalam sambutan pembuka, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili oleh Kepala Bagian Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Andrianto Suhada, menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan peserta yang hadir. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan masyarakat kampus dalam menyebarkan informasi yang benar dan terpercaya.

“Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai literasi dan inklusi keuangan. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam memerangi praktik keuangan ilegal,” ujar Andrianto dalam rilisnya pada Jumat, 20 Juni 2025.

Ia juga menjelaskan bahwa maraknya penipuan online, pinjaman ilegal, dan judi digital telah menyebabkan kerugian finansial besar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman sejak dini terhadap risiko dan modus operandi kejahatan finansial sangat penting untuk melindungi konsumen.

Peserta yang terdiri dari berbagai komunitas dan mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi pemaparan materi. Mereka mendapatkan informasi tentang ciri-ciri entitas ilegal, cara melaporkan aktivitas mencurigakan, serta langkah-langkah pengamanan data pribadi dalam transaksi digital.

Dalam sesi diskusi, peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman atau pertanyaan seputar pinjaman online dan perjudian daring. Dialog dua arah ini menciptakan suasana edukatif yang interaktif dan membuka ruang bagi mahasiswa untuk menjadi mitra strategis dalam edukasi keuangan.

“Melalui sosialisasi ini, KOJK Kalteng berharap ke depan semakin banyak generasi muda yang berdaya secara finansial dan memiliki kesadaran tinggi terhadap ancaman kejahatan digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kolektif membangun masyarakat Kalimantan Tengah yang lebih cerdas dan tangguh menghadapi tantangan era digital,“ tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)