BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus berkomitmen memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melaksanakan lima kegiatan inklusi keuangan selama periode awal tahun 2025, yang menyasar langsung masyarakat desa.
Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMSt) OJK Kalteng, Andrianto Suhada, menjelaskan bahwa upaya utama dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pembentukan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Sungai Bundung, Kabupaten Sukamara.
“Desa ini kami jadikan pilot project sebagai percontohan integrasi layanan keuangan di tingkat desa,” ujarnya pada Jumat, 20 Juni 2025.
Pembentukan Desa EKI bertujuan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan formal, seperti perbankan, asuransi, hingga fintech, secara berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat desa tidak hanya mengenal produk keuangan, tapi juga menggunakannya dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Andrianto.
Selain rapat koordinasi, OJK Kalteng juga menggelar kegiatan Pra Inkubasi Desa EKI. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, pelaku UMKM, dan perangkat desa guna memetakan kebutuhan keuangan masyarakat serta menyusun langkah konkret menuju inklusi keuangan yang merata. Pendekatan ini mengedepankan partisipasi aktif masyarakat desa sebagai kunci sukses keberlanjutan program.
Menurut Andrianto, program inklusi keuangan berbasis desa ini adalah bentuk inovasi kelembagaan dalam mendekatkan layanan keuangan formal ke masyarakat yang selama ini belum terjangkau. Ia menegaskan bahwa edukasi dan pendampingan akan terus diberikan agar masyarakat merasa aman dan percaya dalam memanfaatkan produk keuangan.
“Langkah ini sejalan dengan visi besar OJK untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan layanan keuangan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Andrianto.
Ke depan, OJK Kalteng berharap model Desa EKI dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya di Kalimantan Tengah sebagai upaya akselerasi inklusi keuangan di tingkat akar rumput. (TESTI PRISCILLA/j)









