BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam semangat transisi kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP resmi memperluas mandatnya sebagai lembaga pendukung pengembangan komoditas strategis seperti kelapa dan kakao.
Transformasi ini tidak menghilangkan fokus utama BPDP di sektor kelapa sawit, melainkan memperkuat visinya dalam mendorong pertumbuhan industri hijau di Indonesia.
“Kami kini memainkan peran yang semakin luas dalam mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan. Melalui inovasi, riset, dan penguatan sumber daya manusia, BPDP ingin menciptakan rantai nilai yang produktif dan berdaya saing global,” ujar Kepala Divisi Perusahaan BPDP, Achmad Maulizal dalam sambutannya di Job Fair Karir Industri Sawit 2025 Edisi Bogor.
Penegasan yang disampaikannya dalma rilis pada Jumat, 20 Juni 2025 ini menunjukkan arah baru lembaga yang lebih adaptif dan inklusif terhadap berbagai potensi agribisnis nusantara.
Sebagai bagian dari strategi membangun talenta unggul di sektor sawit dan perkebunan lainnya, job fair ini menghadirkan beragam kegiatan menarik. Di antaranya adalah Talkshow “Prospek Karir di Industri Sawit” bersama Ketua Umum GAPPI Dr. Ir. Hj. Delima Hasri Azahari, Konsultasi Karir bersama Dwi Widaryanto, sesi keterampilan bersama Hendria Noviadyah, hingga sesi networking yang mempertemukan peserta dengan berbagai perusahaan perkebunan nasional.
“Job fair ini tak sekadar membuka peluang kerja melalui walk-in interview, tetapi juga menjadi wadah edukatif bagi masyarakat,“ tuturnya.
Peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai kontribusi industri sawit terhadap perekonomian, pengentasan kemiskinan, serta dampaknya dalam pembangunan wilayah-wilayah penghasil komoditas strategis.
Pimpinan PT Hai Sawit Indonesia, M. Gema Aliza, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan masa depan industri perkebunan.
“Kami percaya bahwa dengan memperluas pengetahuan dan mempertemukan talenta muda dengan ekosistem industri yang tepat, kita sedang menyiapkan generasi baru pelaku industri hijau yang tangguh dan berwawasan lingkungan,” ungkapnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi landasan bagi agenda tahunan Palm Oil Career Expo atau POCE yang akan digelar kembali pada Oktober mendatang. Dengan skala yang lebih besar, POCE ditargetkan menjadi panggung strategis bagi transformasi industri sawit menuju arah yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan manusia Indonesia seutuhnya. (TESTI PRISCILLA/H)









