PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data deteksi dini aplikasi Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai), kondisi risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya pada tanggal 21 Juni 2025 tergolong rendah hingga sedang.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi.

Hendrikus menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada level rendah, yang ditandai dengan warna biru pada aplikasi Perisai.

"Sementara sebagian wilayah lainnya menunjukkan tingkat kemudahan terbakar pada level sedang, yang ditandai dengan warna hijau," katanya, Sabtu, 21 Juni 2025

Aplikasi Perisai merupakan alat bantu yang sangat efektif untuk memantau dan memetakan risiko Karhutla. Dengan menggunakan aplikasi ini, BPBD Palangka Raya dapat melakukan deteksi dini dan mengambil langkah-langkah pencegahan secara tepat dan efektif.

--page

Informasi yang disajikan Perisai mencakup tingkat kemudahan terbakar, lokasi rawan Karhutla, dan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko kebakaran.

Meskipun risiko Karhutla pada 21 Juni 2025 tergolong rendah hingga sedang, BPBD Palangka Raya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah.

Masyarakat dihimbau untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok sembarangan.

Untuk memudahkan pemantauan risiko Karhutla, masyarakat dapat mengakses aplikasi Perisai melalui website resmi BPBD Palangka Raya di bpbd.palangkaraya.go.id/perisai. Aplikasi ini menyediakan informasi yang akurat dan terkini mengenai kondisi risiko Karhutla di Kota Palangka Raya.

"BPBD Palangka Raya akan terus memantau perkembangan situasi dan meningkatkan upaya pencegahan Karhutla," pungkasnya. (PATHUR/y)