PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - CEO Smart Batik Indonesia, Miftahudin Nur Ihsan, bersama Kepala Divisi Produk dan Pengembangan, Rizky Juniyanto, berkesempatan memperkenalkan inovasi batik sawit dan batik kelapa kepada Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, dalam kunjungan kerja Direktorat Jenderal Perkebunan ke Yogyakarta. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi Smart Batik dalam memperluas jangkauan edukasi dan promosi batik berbasis bahan alam lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Ihsan yang juga merupakan mitra UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, memaparkan perkembangan batik sawit sebagai bagian dari kampanye kebaikan sawit.

“Produk ini tidak hanya mendapat respons positif dari masyarakat, tetapi juga telah digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pejabat pemerintahan,“ kata Ihsan dalam rilisnya pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Tak berhenti pada batik sawit, Smart Batik juga memperkenalkan inovasi terbaru: batik dengan pewarna alami dari sabut kelapa. Ihsan menegaskan bahwa riset terus dilakukan untuk menggali potensi tanaman nusantara sebagai sumber pewarna alami.

“Inovasi ini sebelumnya telah dipromosikan di Pakistan dan dipamerkan pada ajang Innovation Festival di Suzhou, Tiongkok,“ tuturnya.

--page

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas Smart Batik. Ia menyebut penggunaan bahan malam dari sawit sebagai terobosan luar biasa dalam dunia perbatikan.

“Produknya batik tulis, bagus, dan halus. Penggunaan sabut kelapa sebagai pewarna juga menunjukkan bahwa sumber daya perkebunan sangat potensial dikembangkan,” ungkap Heru.

Lebih lanjut, Heru mendorong agar inovasi semacam ini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para perajin batik perempuan. Ia menyampaikan dukungannya terhadap promosi dan distribusi produk Smart Batik ke berbagai stakeholder, baik dari sektor swasta maupun pemerintahan.

“Jangan menyerah dengan situasi saat ini, terus berinovasi dan pasarkan produk unggulan ini. Kami siap membantu agar batik berbasis komoditas perkebunan semakin dikenal luas,” tutup Heru. (TESTI PRISCILLA/y)