BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi III DPRD Palangka Raya, Sigit Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sigit menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan dan mencegah bencana karhutla yang berdampak luas.
Sigit Widodo menyampaikan imbauan tersebut mengingat potensi terjadinya karhutla di Palangka Raya, terutama pada musim kemarau.
Kondisi cuaca yang kering dan angin yang kencang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik di lahan kosong maupun hutan di sekitar kota. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan pencegahan menjadi kunci utama.
"Mari kita jaga Palangka Raya dari ancaman karhutla," ajak Sigit, Minggu, 22 Juni 2025. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap potensi atau kejadian awal karhutla kepada pihak berwenang, seperti pemadam kebakaran atau instansi terkait lainnya. Kecepatan pelaporan sangat penting untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Sigit juga mendorong peran serta masyarakat dalam membersihkan lahan dan membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang berserakan dan lahan yang kering menjadi faktor pemicu mudahnya api menyebar.
Sigit mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan atau membakar lahan untuk pertanian.
Masyarakat juga diminta untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan api, terutama di area yang kering dan mudah terbakar.
"DPRD Palangka Raya, melalui Komisi III, akan terus mendukung upaya pencegahan karhutla dengan berkoordinasi dengan pemerintah kota dan instansi terkait," pungkasnya. (PATHUR/R)









