BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, mengajak seluruh masyarakat di wilayah Kalteng, termasuk yang berada di pelosok, untuk memanfaatkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai alat transaksi non-tunai yang aman dan praktis.
Menurutnya, digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS bukan hanya untuk masyarakat perkotaan, tetapi juga sangat relevan bagi masyarakat di daerah pedalaman.
"Pemanfaatan QRIS harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah pelosok. Ini penting untuk mendukung inklusi keuangan dan pemerataan akses ekonomi digital," ujar Yuliansah, Minggu, 22 Juni 2025.
Ia menjelaskan bahwa QRIS memungkinkan pelaku usaha, termasuk UMKM dan pedagang kecil, untuk menerima pembayaran secara mudah hanya dengan satu kode QR yang bisa diakses oleh berbagai aplikasi pembayaran digital.
Dengan QRIS, lanjut Yuliansah, masyarakat tidak perlu repot membawa uang tunai, sehingga transaksi menjadi lebih aman dan efisien. Selain itu, penggunaan QRIS juga membantu pencatatan keuangan usaha menjadi lebih transparan dan tertata.
"BI terus mendorong sosialisasi dan edukasi tentang manfaat QRIS, serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah agar digitalisasi sistem pembayaran dapat menjangkau seluruh wilayah Kalimantan Tengah," katanya.
Yuliansah optimistis bahwa dengan perluasan penggunaan QRIS hingga ke pelosok, akan terwujud ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata. (MARINI/J)









