BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, menyuarakan dukungannya terhadap program nasional "Menuju Kelola Sampah 100 persen" pada tahun 2025.
Program ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah secara masif, mulai dari tahap hulu hingga hilir.
“Menuju 2025, target pengelolaan sampah 100 persen harus menjadi komitmen bersama. Penyelesaian masalah sampah tidak bisa setengah-setengah, dan harus dilakukan dari hulu hingga hilir,” ujar Khemal, Selasa 24 Juni 2025.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendorong solusi pengelolaan sampah, khususnya dalam mengubah sampah menjadi sumber energi yang bermanfaat.
Menurutnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah secara tegas mendorong keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengambil bagian dalam upaya pengurangan dan pengelolaan sampah secara menyeluruh.
“Ini bukan hanya tanggung jawab dinas kebersihan, tapi tanggung jawab bersama. Mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, hingga lembaga pemerintah, semua harus bergerak,” tambahnya.
Khemal juga menyarankan agar pemerintah kota Palangka Raya lebih aktif mengembangkan program edukasi masyarakat dan teknologi pengelolaan sampah berbasis lingkungan, serta menjajaki peluang investasi pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.
Ia berharap, dengan kolaborasi dan komitmen yang kuat, Kota Palangka Raya dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah berkelanjutan menuju 2025. (MARINI/H)









