SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong pelestarian budaya dan peningkatan minat generasi muda terhadap sejarah melalui Pameran dan Edukatif Kultural Museum yang digelar di Museum Kayu Sampit.

“Melalui kegiatan ini, saya menghimbau dan mengajak hadirin sekalian untuk memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan Museum Kayu Sampit ini, sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam melestarikan, membina sekaligus mengembangkan budaya masyarakat,” ujar Masri saat membuka kegiatan tersebut, Selasa malam, 24 Juni 2025.

Ia menekankan museum memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan dan pembelajaran, terutama untuk ilmu sosial dan budaya. Museum bukan hanya tempat menyimpan barang antik, tetapi juga sumber informasi berharga tentang peristiwa masa lalu.

"Museum Kayu ini saya harapkan bisa menjadi tempat belajar bagi anak didik, mahasiswa, pecinta sejarah, dan masyarakat umum,” imbuhnya.

Masri menambahkan museum berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, serta mengomunikasikannya kepada masyarakat, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum.

Museum Kayu Sampit menyimpan berbagai peninggalan budaya lokal yang merekam jejak sejarah masyarakat Kotim. Keberadaan koleksi tersebut, menurut Masri, menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini.

“Peninggalan yang menjadi koleksi museum merupakan tongkat estafet yang menghubungkan masa kini dan masa lampau. Ini penting untuk memahami fenomena yang terjadi saat ini melalui peristiwa di masa lalu,” ucapnya.

Pemkab Kotim berharap kegiatan pameran dan edukatif kultural tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya lokal serta meningkatkan kunjungan dan minat masyarakat terhadap museum sebagai pusat pembelajaran dan pelestarian sejarah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Bima Ekawardhana, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari kalangan SMA, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Selain itu ditargetkan akan ada lebih dari 500 pengunjung, mulai dari anak-anak TK hingga SMA yang akan hadir selama penyelenggaraan pameran pada 24-26 Juni 2025.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberadaan museum, khususnya Museum Kayu Sampit. Kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya lokal sejak dini,” ujar Bima.

Bima menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mencintai museum dan sejarah daerah. Dengan adanya event ini diharapkan Museum Kayu tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang edukatif yang hidup dan interaktif. (DEWI PATMALASARI/R)