BORNEONEWS, Sampit – Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jemaah asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini kembali ke tanah air dengan membawa banyak kenangan rohani.
Meski secara umum pelayanan haji tahun ini dinilai baik, sejumlah masukan tetap disampaikan untuk penyelenggaraan haji ke depan.
Salah satu jemaah haji asal Kotim, Sutoyo, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah.
Menurutnya, secara keseluruhan pelaksanaan berjalan lancar dan tertib. Namun, ia berharap ada evaluasi dan peningkatan fasilitas agar pelayanan terhadap jemaah semakin maksimal.
“Alhamdulillah ibadah haji berlangsung cukup baik. Pelayanan dari pemerintah juga cukup bagus untuk masyarakat. Tapi memang masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ke depannya,” kata Sutoyo, Rabu, 25 Juni 2025.
Salah satu aspek yang disoroti Sutoyo adalah perbandingan jumlah fasilitas kamar mandi antara jemaah pria dan wanita. Ia menilai jumlah toilet untuk jemaah wanita perlu ditambah karena waktu penggunaan biasanya lebih lama dibandingkan pria.
“Untuk ke depannya, fasilitas seperti toilet harus lebih diperhatikan. Jamaah wanita membutuhkan waktu lebih lama, jadi sebaiknya jumlahnya lebih banyak dibanding pria. Ini penting agar tidak terjadi antrean panjang yang bisa mengganggu kenyamanan ibadah,” ujarnya.
Sutoyo juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji sedini mungkin. Menurutnya, menunaikan ibadah haji di usia lanjut cukup berat karena menuntut kekuatan fisik dan stamina yang prima.
“Saya pribadi menunggu 12 tahun untuk bisa berangkat. Jadi saya harap yang muda-muda segera mendaftar. Karena semakin tua, ibadah haji jadi lebih berat. Haji ini ibadah yang perlu tenaga ekstra,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar perjalanan spiritual, Sutoyo berharap ibadah haji bisa menjadi titik balik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Ia mengingatkan agar jemaah yang sudah kembali ke tanah air bisa menunjukkan akhlak dan perilaku yang lebih baik sebagai bentuk kesempurnaan haji yang mabrur.
“Harapan saya, setelah menjadi haji, kita bisa lebih baik secara akhlak dan perilaku. Bisa jadi teladan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









