SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor berharap para jemaah haji yang baru pulang dari Tanah Suci Mekkah dapat menjadi contoh dan teladan di tengah masyarakat. 

“Harapan kita, mereka yang telah menunaikan ibadah haji bisa menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Haji ini bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan rohani yang hanya bisa dijalani oleh mereka yang mendapat panggilan dari Allah SWT,” ujar Halikinnor saat menyambut kedatangan jemaah haji di Bandara H Asan Sampit, Rabu, 25 Juni 2025.

Menurutnya, menunaikan ibadah haji bukan hanya soal kesiapan finansial atau fisik. Namun, yang paling utama adalah kehendak dan panggilan dari Yang Maha Kuasa.

“Bisa saja seseorang punya uang dan sehat, tapi kalau belum waktunya, tetap tidak bisa berangkat. Karena itu, kita harus bersyukur jika sudah diberi kesempatan,” tambahnya.

Pada musim haji tahun ini, jemaah asal Kotim diberangkatkan melalui embarkasi Banjarmasin. Untuk kepulangan, Pemerintah Kabupaten Kotim memfasilitasi dua trip penerbangan carter dari Banjarmasin ke Sampit.

Halikinnor bersyukur karena seluruh jemaah tiba dalam keadaan sehat walafiat, meski ada beberapa yang mengalami gangguan kesehatan ringan.

“Alhamdulillah, semua jemaah datang dengan selamat. Hanya satu orang yang meninggal dunia di Tanah Suci, yaitu almarhumah Ramlah, usia 72 tahun. Beliau wafat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan dimakamkan di Mekkah. Sesuai ketentuan, keluarga yang bersangkutan akan menerima santunan,” jelasnya.

Halikinnor juga menyampaikan doa agar para jemaah yang telah menyandang gelar Haji dan Hajjah bisa menjaga kemabruran hajinya. Ia menekankan pentingnya membawa perubahan positif dalam kehidupan bermasyarakat setelah menjalani ibadah haji.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah. Semoga sepulang dari Tanah Suci, mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu memberi contoh positif, baik dalam akhlak, perilaku, maupun dalam kehidupan sosial,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)