SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga yang berada si Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur mengeluh lantaran kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat banyaknya pelangsir.

Dari infomasi yang dihimpun warga mengeluhkan banyaknya pelangsir di SPBU 65.743.001 Jalan Kalikasa, Kecamatan Parenggean, dengan menggunakan sepada motor yang tanki minyak sudah di modifikasi.

Menurut warga Parenggean yang tidak ingin disebutkan identitasnya menyatakan, dirinya tidak dapat membeli BBM untuk kebutuhan sehari-hari, lantaran SPBU tersebut di kuasi oleh para pelangsir.

"Tidak hanya saya, masyarakat yang lain juga kasian handk mengisi habis terus karena pelangsiran ini, minyak di sini sebentar saja langsung habis," kata warga tersebut saat diwawancara melalui via whatsapp, Rabu, 25 Juni 2025.

Dia mengatakan menurut peraturan dari pertamina bahwa BBM Pertalite untuk sepeda motor maksimal 5 Liter/hari dan mobil maksimal 40 Liter/hari. Sementara Pertamax maximal 5 Liter/hari di prioritaskan untuk kendaraan

"Padahal surat edaran itu sudah jelas tidak boleh dilangsir, kasihan warga banyak sudah yang melapor tapi tidak ada tanggapan," bebernya.

Sementara itu, saat ini Borneonews.co.id masih mengkonfirmasi pihak terkait maraknya pelangsir minyak BBM di SPBU tersebut.

Warga berharap permasalahan para pelangsir ini cepat ditanggapi dan masyarakat kembali mudah untuk mendapatkan BBM. (BUDDI RAHMAT H/R)