PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembangunan kembali Gereja Kalimantan Evangelis atau GKE Maranatha di Palangka Raya resmi dimulai, menyusul peletakan batu pertama oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.

Gereja yang sempat luluh lantak akibat kebakaran pada September 2024 ini dibangun bukan hanya sebagai rumah ibadah umat Kristen, tetapi juga simbol keberagaman dan ikon wisata rohani di jantung Kota Cantik.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Rawing Rambang, menyampaikan bahwa proses pembangunan akan dimulai pada bulan Agustus 2025.

Pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kalteng untuk memastikan kesiapan teknis dan anggaran pembangunan tersebut.

"Mulai bulan Agustus nanti kita akan bangun kembali, sekarang anggaran sudah ada di Dinas PUPR. Kita sudah dan selalu berkoordinasi,” jelas Racing pada Rabu, 25 Juni 2025.

Rawing menambahkan bahwa seluruh mekanisme administrasi dan pendanaan telah ditempuh, sehingga pelaksanaan pembangunan tinggal menunggu waktu. Ia pun optimis pembangunan gereja bisa dimulai sesuai jadwal dan rampung sesuai target awal, yakni pada Juli 2026.

“Saya yakin dan percaya bahwa bulan Juli 2026 gereja ini bisa berfungsi dengan baik dan menjadi kebanggaan masyarakat Palangka Raya,” ujarnya.

Gereja Maranatha dikenal sebagai salah satu gereja tertua di Palangka Raya yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi masyarakat.

Kehadirannya kembali diharapkan dapat memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama di Kalimantan Tengah, mengingat peran gereja ini selama ini sebagai ruang terbuka bagi dialog lintas iman dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Lebih dari sekadar tempat ibadah, desain pembangunan gereja kali ini membawa visi baru: menciptakan ruang yang tidak hanya sakral, tetapi juga inklusif dan menarik bagi wisatawan.

Konsep arsitektur yang dirancang menggabungkan unsur budaya lokal dengan nuansa modern, menjadikan gereja sebagai destinasi wisata spiritual yang memperkaya identitas Kota Palangka Raya.

Pembangunan GKE Maranatha tak hanya menandai kebangkitan fisik sebuah bangunan, tetapi juga semangat kolektif masyarakat untuk menjaga keberagaman dan warisan budaya.

Pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan demi mewujudkan rumah ibadah yang tak hanya megah secara fisik, tetapi juga hangat secara sosial.(TESTI PRISCILLA/R)