BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, mengimbau pemerintah kota melalui dinas terkait agar rutin melakukan pemantauan terhadap harga ayam di pasar.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Menurut Khemal, harga ayam potong yang kerap mengalami fluktuasi tajam dapat menimbulkan beban ekonomi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
"Fluktuasi harga yang terlalu tajam dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan harus dilakukan secara berkala untuk mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali," ujar Khemal, Rabu 25 Juni 2025.
Ia menjelaskan bahwa ayam merupakan salah satu sumber protein hewani utama dalam konsumsi harian masyarakat. Maka dari itu, kestabilan harga ayam sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan keluarga.
Khemal juga menyoroti pentingnya menjaga kelancaran distribusi dari peternak ke pedagang agar tidak terjadi hambatan pasokan.
Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk mempublikasikan data harga secara transparan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat.
"Pemerintah harus hadir melalui langkah cepat dan tepat untuk menjaga stabilitas harga di pasar, termasuk Pasar Kahayan. Kami di DPRD siap mendukung upaya pengawasan dan perlindungan konsumen," pungkasnya. (MARINI/H)









