BORNEONEWS, Palangka Raya – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Tengah tetap mewaspadai paparan ideologi terorisme meskipun Indeks Potensi Radikalisme (IPR) di wilayah tersebut mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua FKPT Kalteng Prof Khairil Anwar mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2023, IPR Kalimantan Tengah berada di peringkat ke-18 nasional. Angka tersebut jauh menurun jika dibandingkan posisi tahun 2020 yang menempatkan Kalteng di peringkat ke-4.
“IPR kita memang berada di peringkat 18 pada tahun 2023, jauh menurun dibandingkan tahun 2020. Tapi bukan berarti dinyatakan aman dari paparan paham terorisme,” kata Khairil Anwar di Palangka Raya, Rabu, 25 Juni 2025.
Ia menegaskan bahwa meskipun penurunan peringkat menunjukkan kemajuan, ancaman ideologi radikalisme tetap ada. Menurutnya, intoleransi dan ekstremisme bisa menyusup ke semua lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang profesi atau pendidikan.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terlebih pada tahun 2025 saat pemerintah mengambil kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak terhadap keterbatasan program pencegahan yang bisa dijalankan FKPT.
Untuk menyiasati keterbatasan itu, FKPT Kalteng akan mengintensifkan upaya pencegahan melalui pemanfaatan media daring dan platform komunikasi lainnya sebagai ganti kegiatan tatap muka yang memerlukan biaya lebih besar.
“Masih dibutuhkan kerja keras agar bisa menjaga masyarakat Kalimantan Tengah dari paparan paham radikalisme,” ujar Khairil. (HERMAWAN DP/H)









