BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto mendesak pemerintah daerah agar lebih serius dan transparan dalam upaya menghadirkan investor rumah sakit swasta di wilayah tersebut.
Pasalnya, hingga kini belum ada tanda-tanda nyata kehadiran rumah sakit swasta sebagai solusi untuk mengurai beban RSUD dr Murjani Sampit yang semakin padat.
“Kalau berbicara keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan investor rumah sakit swasta di Kabupaten Kotim agak susah kita mengukur tingkat keseriusannya. Tapi dari beberapa kali diskusi ringan dengan pihak terkait, dalam hal ini Dinkes, upaya-upaya dari pemerintah sudah sudah ada tapi apakah belum ada follow up terkait kendala dan segala macamnya kita masih belum mengetahuinya,” kata Dadang, Kamis, 26 Juni 2025.
DPRD melalui Komisi III akan mencoba menggali informasi lebih lanjut dari pemerintah daerah, khususnya terkait apa yang sudah, sedang, dan akan dilakukan dalam upaya menarik investor sektor kesehatan.
Menurut Dadang, investor yang ingin menanamkan modal dalam jumlah besar tentu memerlukan kajian yang matang. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus menyiapkan informasi pendukung dan strategi yang mampu menarik minat investor.
“Kami harap pemerintah bisa memberikan informasi terbuka dan jelas, setidaknya ke DPRD, agar bisa kita teruskan kepada masyarakat. Transparansi sangat penting agar tidak muncul kesan bahwa masalah rumah sakit ini dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.
Saat ini hanya ada dua pilihan konkret untuk menyelesaikan persoalan layanan kesehatan di Kotim, yaitu mendirikan rumah sakit baru melalui investor swasta atau inisiatif pemerintah dan pilihan kedua mengembangkan jaringan layanan di RSUD dr Murjani, seperti menambah poli dan unit layanan baru.
Namun ia mengingatkan bahwa opsi pengembangan layanan juga memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait ketersediaan dokter spesialis.
“Kalau kita kembangkan jaringan misalkan membuka pelayanan baru tentu masalah lainnya juga akan muncul salah satunya adalah ketersediaan dokter spesialis. Karena jarang ada dokter yang mau datang ke Sampit dikarenakan tidak adanya tempat praktek lain selain RSUD dr Murjani,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









