BORNEONEWS, Sampit - Pemkab Kotawaringin Timur dinilai perlu kerja keras serta kerja sama dalam mencapai target Indek Pembangunan Manusia (IPM) terutama di 2029 yang mencapai 80 persen.
"Kalau saya lihat memang target IPM pemerintah daerah pada 2029 yaitu 80 persen cukup tinggi," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, Eddy Surahman, Kamis, 26 Juni 2025.
Eddy mengungkapkan tingginya target yang ditentukan Pemkab Kotim tentu dengan berbagai alasan. Selain itu Bupati Kotim Halikinnor ingin ada upaya nyata dari pemerintah daerah yang bisa dilakukan dalam meningkatkan IPM tersebut.
"Karena bupati menilai kan kalau ini tanpa treatment pun sekarang sudah naik terus. Kenapa tidak ditingkatkan IPM itu," imbuhnya.
Ia menyebut berdasarkan hasil survei BPS Kotim, IPM di daerah setempat mengalami kenaikan yaitu satu sampai dua poin per tahunnya di tahun yang sudah berjalan saat ini.
"Kami tugasnya hanya memotret, kami juga tidak memprediksi apakah target buang ditentukan tersebut tercapai atau tidak. Kami hanya memotret dan itu menjadi bahan evaluasi pemerintah," ucapnya.
Namun ia menegaskan untuk mencapai target tersebut perlunya kerja keras dan kerja sama semua pihak dari pemerintah daerah maupun masayarakat itu sendiri.
Ia menyebut kenaikan IPM dimensinya ada tiga yaitu kesehatan, pengetahuan dan terkait dengan standar hidup layak masyarakat. Tiga dimensi tersebut komponennya angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita.
"Sehingga untuk meningkatkan itu, pemerintah daerah harus mampu meningkatkan dimensi yang ada tersebut," imbuhnya.
Sebelumnya pada rapat penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Rumah Jabatan Bupati, belum lama ini, Pemkab Kotim meningkatkan target IPM dari sebelumnya 74,35 persen menjadi 80 persen.
Halikinnor yang memimpin langsung rapat itu menegaskan target sebelumnya yaitu 74,35 persen terlalu rendah dan tidak mencerminkan semangat optimisme dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, target yang terlalu rendah dapat menciptakan kesan pesimistis sejak awal. Ia menekankan pentingnya semangat dan optimisme seluruh jajaran SOPD dalam menjalankan program pembangunan untuk mencapai target IPM yang lebih tinggi. (DEVIANA/R)









