BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah mempersiapkan 100 siswa untuk Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang akan mulai beroperasi pada 13 Juli 2025 di Sampit.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik para calon siswa sebelum memulai pendidikan di sekolah berasrama gratis ini. Mereka akan bersekolah dan menempati asrama di asrama haji kawasan Islamic Center Kotim.
"Nantinya calon siswa Sekolah Rakyat akan menandatangani surat pernyataan siap menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, termasuk tinggal di asrama, " katanya, Kamis, 26 Juni 2025.
Ia menjelaskan dengan diasramakannya para siswa tersebut agar mereka sudah siap secara fisik dan mental menerima situasinya sehingga tidak berpikir untuk berhenti di tengah jalan saat menempuh pendidikan.
Program Sekolah Rakyat ini dinilai sangat penting mengingat masih terbatasnya akses pendidikan SMA di Kotim, khususnya bagi anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.
"Selain itu, anak putus sekolah rata-rata di jenjang SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA sederajat, khususnya dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Makanya program Sekolah Rakyat ini akan sangat membantu," tambah Irawati.
Proses pendataan 100 calon siswa yang berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya desil 1 dan 2, telah dilakukan dengan cepat.
"Tadi saya perintahkan dua hari sudah selesai untuk pendataan tersebut karena datanya diminta oleh Kemensos untuk segera dikirim. Data itu juga akan dicocokkan dengan data yang ada di Kemensos. Profil anaknya yang diminta," ungkapnya.
Pemkab Kotim melalui Dinas Sosial memastikan calon siswa akan dikonfirmasi terkait data calon siswa Sekolah Rakyat sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh pemerintah.
"Ada 100 siswa nantinya, merek akan dibagi menjadi empat rombongan belajar (rombel), masing-masing beranggotakan 25 orang. Pembelajaran rencananya dimulai 13 Juli 2025," pungkas Irawati. (DEVIANA/j)









