PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP resmi meluncurkan Katalog 100 Produk UKMK Kelapa Sawit edisi kedua di Jakarta. Edisi terbaru ini menjadi kelanjutan dari katalog pertama yang telah dirilis pada 2023, dengan penambahan beragam produk baru hasil produksi UKMK sawit sepanjang 2024 hingga 2025.

Katalog ini menampilkan 100 produk unggulan dari pelaku UMKM dan koperasi petani sawit dari berbagai daerah. Produk-produk tersebut mencakup pemanfaatan kelapa sawit secara menyeluruh, mulai dari minyak sawit berkelanjutan, olahan bernilai tambah, hingga hasil limbah sawit yang diolah menjadi kerajinan tangan, perawatan pribadi, dan pupuk organik. Kategori produknya mencakup pangan, wastra, kriya, kosmetik, serta produk organik yang dapat dikembangkan di tingkat komunitas.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurachman, menyatakan bahwa peluncuran katalog ini merupakan bagian dari upaya transformasi industri kelapa sawit agar lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sawit tidak hanya soal minyak goreng, tetapi juga inovasi, pemberdayaan, dan kebermanfaatan yang luas bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya dalam rilis pada Kamis, 26 Juni 2025.

BPDP menilai kolaborasi dengan pelaku UKMK sawit sangat strategis untuk memperluas pemahaman publik mengenai manfaat komoditas kelapa sawit. Melalui promosi produk turunan sawit ini, diharapkan muncul wirausaha-wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja mikro di daerah, terutama di wilayah sentra maupun non-sentra sawit.

“Lebih dari sekadar katalog, inisiatif ini mencerminkan komitmen BPDP dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas melalui sektor perkebunan. Apalagi, kelapa sawit telah menjadi salah satu fondasi utama perekonomian nasional yang peran strategisnya terus diperluas melalui inovasi lokal,“ jelas Eddy.

Program ini sekaligus menindaklanjuti amanat Perpres Nomor 132 Tahun 2024 terkait Promosi Perkebunan, yang mencakup peningkatan citra, perluasan pasar, serta investasi di sektor perkebunan.

“BPDP juga berkomitmen untuk terus memperluas kapasitas UKMK sawit melalui pelatihan, pendampingan, dan akses jejaring pasar,“ tutur Eddy. (TESTI PRISCILLA/j)