KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Beberapa akses menuju desa-desa terpencil di Kabupaten Kapuas tak sedikit yang kurang terjamah pembangunan dan perbaikan, salah satunya di wilayah Kecamatan Bataguh.

Ironisnya, kecamatan tersebut merupakan salah satu wilayah sentra pertanian di Kapuas.

"Akses jalan yang kurang memadai ini seringkali membuat warga di Kecamatan Bataguh berpergian dengan mengandalkan jasa transportasi sungai," ungkap Fatimah, Kamis, 26 Juni 2025.

Pentingnya peningkatan aksesibilitas ini terutama jalur darat telah disadari pihak Pemkab Kapuas. Bupati Kapuas H.M Wiyatno mengungkapkan bahwa pihaknya bahkan telah menerima aspirasi dari masyarakat desa terkait akses jalan ketika meninjau kesiapan lahan Panen Raya Padi di Kecamatan Bataguh.

"Selain meninjau langsung kita juga telah menerima aspirasi warga. Para petani di sana sudah hampir 45 tahun bercocok tanam, namun sampai sekarang belum ada akses darat yang layak," ungkap Wiyatno, Kamis, 26 Juni 2025.

Merespons aspriasi warga terkait akses desa yang kurang layak tersebut, Pemkab Kapuas melalui Bupati H.M Wiyatno menyampaikan bahwa pihaknya telah mengagendakan adanya penanganan.

"Mudah-mudahan dalam 1-2 tahun ke depan dengan dukungan APBD Provinsi dan Kabupaten kita bisa membuka akses jalan hingga Tahun 2027 sudah bisa dilalui kendaraan roda empat," jelasnya.

Pemkab Kapuas sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp120 miliar tahun ini untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Bataguh. Proyek jalan di desa- desa Kecamatan Bataguh ini meliputi Desa Terusan Karya, Terusan Mulya, Terusan Makmur, Baguntan, Terusan Raya, Terusan Hulu dan desa lainnya. (SABRIANOOR/j)