SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menilai kebutuhan akan penambahan sekolah jenjang SMA sederajat di daerah tersebut sudah sangat mendesak. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, menanggapi minimnya jumlah sekolah menengah atas dibandingkan angka kelulusan siswa SMP setiap tahun.

“Kami bersama Bapperida Kotim sudah mendorong penambahan sekolah jenjang SMA dan sederajat. Tapi karena kewenangan SMA/SMK ada di provinsi, maka keputusan pembangunannya tetap menunggu dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Irfansyah, Kamis, 26 Juni 2025.

Dari data yang dimiliki Disdik Kotim, jumlah sekolah dasar (SD) negeri dan swasta di wilayah tersebut mencapai lebih dari 300 sekolah, sedangkan jenjang SMP hanya 116 sekolah, dan SMA/SMK bahkan tidak mencapai 100 sekolah.

“Dari jumlah saja sudah jauh timpang. SD 300 lebih, SMP 116, dan SMA tidak sampai 100. Belum lagi kita lihat dari sisi lulusan, sangat tidak seimbang dengan daya tampung SMA/SMK yang ada saat ini,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam Rakordal yang diikutinya di Palangka Raya, telah muncul rencana dari Pemerintah Provinsi Kalteng untuk membangun 1 unit SMA di Kecamatan Seranau dan 1 unit SMK di Kecamatan Parenggean pada tahun ini.

Disdik Kotim berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bisa memprioritaskan pembangunan unit sekolah baru di Kotim.

“Kami hanya bisa mendorong dan memberikan data, tapi pelaksanaan pembangunan itu adalah kewenangan provinsi. Semoga saja kebutuhan ini segera direspons karena sangat berkaitan dengan hak dasar anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” pungkas Irfansyah. (DEWI PATMALASARI/j)