PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terpencil (3T) sebagai bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan dan percepatan digitalisasi transaksi di seluruh pelosok daerah.

Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, mengatakan bahwa implementasi QRIS di wilayah 3T menjadi prioritas strategis, karena teknologi ini mampu memberikan kemudahan, efisiensi, dan keamanan dalam bertransaksi, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat umum.

“QRIS bukan hanya untuk kota besar. Kita ingin masyarakat di wilayah 3T juga merasakan manfaatnya. BI berkomitmen memperkuat pemanfaatan QRIS agar pelaku usaha mikro, kecil, hingga pedagang di pasar tradisional bisa terhubung ke sistem pembayaran digital,” ujar Yuliansah, Kamis, 26 Juni 2025.

Ia menyampaikan bahwa penggunaan QRIS dapat mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai, mempercepat transaksi, serta memperluas akses terhadap layanan keuangan formal di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh perbankan konvensional.

Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, perbankan, dan penyedia jasa pembayaran, BI Kalteng juga aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM dan masyarakat tentang cara penggunaan QRIS.

“Dengan QRIS, semua transaksi cukup dilakukan melalui satu kode. Ini memudahkan pedagang dan pembeli, sekaligus mendukung pencatatan keuangan yang lebih baik bagi UMKM,” jelasnya.

Yuliansah berharap, semakin banyak wilayah di Kalteng, termasuk daerah-daerah terpencil, yang dapat memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas ekonominya. Hal ini sejalan dengan upaya nasional memperluas digitalisasi sistem pembayaran hingga ke akar rumput. (MARINI/j)