PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berlangsung di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus atau KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Kamis, 26 Juni 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Desa Tangguh Bencana" yang mengusung pendekatan terpadu mitigasi dan adaptasi bencana terhadap aspek lingkungan dan ekonomi, dengan fokus utama pada Desa Habeahan.

Menurut Prof Rahmawaty, salah satu anggota tim pengabdian, program ini tidak hanya bertujuan memberikan edukasi teknis, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berdaya dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah perbukitan seperti Habeahan.

"Perubahan iklim telah memperbesar ancaman bencana seperti longsor dan banjir bandang. Oleh karena itu, kami hadir untuk memberikan solusi berbasis data dan kearifan lokal," ujarnya dalam rilisnya kepada Borneonews pada Kamis, 26 Juni 2025.

Kegiatan ini mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, pelatihan konservasi lahan, dan sosialisasi sistem pertanian berkelanjutan. Tim pengabdian melibatkan akademisi dari berbagai bidang, di antaranya Prof Abdul Rauf sebagai ketua tim, serta sejumlah ahli di bidang kehutanan, agribisnis, dan lingkungan.

"Metode yang digunakan antara lain ceramah interaktif, demonstrasi lapangan, dan praktik pemetaan berbasis teknologi drone," kata Prof Rauf.

Selain Prof Abdul Rauf sebagai Ketua Tim, ada dua koordinator yang masing-masing membawahi anggotanya yakni Koordinator Dr T Irmansyah yang beranggotakan Nur Ulina Warnisyah Br Sebayang, Dr Bejo Slamet, serta Prof Rahmawaty. Sementara Koordinator Ir Yusak Maryunianta beranggotakan Rulianda Purnomo Wibowo, dan Helova Leonard Panjaitan.

Desa Habeahan, yang menjadi fokus pendampingan, dikenal memiliki risiko tinggi terhadap bencana akibat kondisi topografis yang ekstrem dan terbatasnya infrastruktur mitigasi. Melalui pendekatan interdisipliner, kegiatan ini diharapkan mendorong terbentuknya kelembagaan lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengenali serta merespons potensi bencana secara mandiri.

Prof Rahmawaty menegaskan pentingnya kolaborasi antara universitas dan masyarakat.

“Penguatan kapasitas lokal menjadi kunci. Kami ingin Desa Habeahan tidak hanya siap secara fisik, tapi juga secara sosial dan ekonomi dalam menghadapi bencana,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah desa dan perangkat daerah akan terus diperkuat untuk menjamin keberlanjutan program ini.

Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat USU untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam aspek ketahanan lingkungan dan pengurangan risiko bencana. Rangkaian kegiatan dirancang untuk berlangsung sepanjang tahun 2025 dengan berbagai luaran, seperti publikasi ilmiah, peningkatan daya saing produk lokal, serta penguatan kelembagaan berbasis masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)