BORNEONEWS, Palangka Raya – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di semua tingkatan di Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta menata pola rekruitmen dengan baik. Mulai dari tingkat pengurus kordinator cabang (PKC), Pengurus Cabang (PC),dan komisariat untuk ‘menyerang’ kampus umum untuk mencari kader.
Penekanan ini disampaikan Junaidi, Karateker Ketua PKC Kalteng asal pengurus besar (PB) PMII. Ia datang dari Jakarta untuk hadir dalam konferensi kordinator cabang (Konkorcab) yang dihelat di Asrama Haji Kalteng Jalan G Obos Palangka Raya, akhir pekan lalu.
“Saya minta agar mari kualitaskan kaderisasi di kampus. Kalau yang di kampus agama, sudah banyak dan regenerasi sudah jalan. Mari kita serang kampus umum agar banyak mahasiswanya menjadi kader kita. Begitu juga yang cabang atau di kabupaten. Inventarisir bagaimana kaderisasi pergerakan kita,” pesan Junaidi, kader PMII asal Semarang ini.
Suksesi kepemimpinan dilakukan melalui penunjukan karateker, karena kepemimpinan PKC Kalteng periode yang lalu sudah mati dan tidak bisa melakukan alih kepemimpinan. Sehingga kali ini, organisasi mahasiswa dibawah panji Nahdlatul Ulama (NU) ini melakukan kepemipinan yang baru tiga tahun ke depan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalteng, Said Fauzi Zein Bachsin menekankan pihaknya berharap agar organisasi kemahasiswaan dibawah payung NU ini terus berjalan mematangkan gerak organisasinya.
Ia menggambarkan betapa sulitnya mendirikan organisasi PMII ini pada era 80-an. Apalagi saat itu di Kalteng serba diterpa keterbatasan. Situasi perpolitikan pada rezim kala itu, sangat jauh berbeda dengan saat ini yang penuh kebebasan beraktualiasasi dan berfikir.
“Saya harap organisasi ini mampu berjalan dan tumbuh dengan baik. Menjalankan roda orgnisasi memang bukan pekerjaan yang mudah. Namun kalau dijalankan dengan semangat dan jiwa perjuangan ke-ummatan, saya yakin akan bisa,” ucapnya menyemangati. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).








