BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebagai daerah yang secara geografis masih lekat dengan budaya Suku Banjar, Kuala Kapuas sendiri punya cara unik memasak daging ayam, salah satunya dikenal dengan Ayam Masak Bom. Cara penyajian ini sendiri sudah menjadi warisan turun temurun masyarakat Suku Banjar.
"Dinamakan masak bom karena pada saat pembuatan kuliner ini menggunakan teknik unik yang dapat mengeluarkan api dari dalam kuali," jelas Hasanah, salah satu pedagang kuliner di Kuala Kapuas, Jum'at 27 Juni 2025.
Dijelaskan Hasanah bahwa kuali tempat memasak ayam, dimasukkan arang yang panas dan menyala. Biasanya langsung terdengar bunyi ledakan diiringi asap dan api dari dalam kuali, karena adanya ledakan tersebut disebutlah dengan ayam masak bom.
"Pengerjaanya sendiri biasanya dilakukan oleh 2 orang atau lebih. Biasanya saat satu orang memasukkan arang ke dalam kuali, yang satunya segera menutup kuali dengan tutupnya lalu ditutup lagi dengan kain" tambah Hasanah
Alasan mengapa ditutup sedemikian rupa adalah karena efek yang ditimbulkan persis seperti ledakan.
Tak jarang hal ini membuat kaget kaum ibu-ibu yang biasanya memasak. Dengan suasana kekerabatan khas suku Banjar, cara menyajikan Ayam Masak Bom bisa dibilang cukup seru sekaligus menegangkan.
Borneonews coba mencicipi kuliner Ayam Masak Bom dan rasanya mirip seperti ayam panggang. Bau bakarannya cukup khas namun tekstur ayam tidak seperti ayam panggang biasanya yang ada gosong di beberapa titik.
Usut punya usut ternyata cara penyajian Ayam Masak Bom lebih banyak dilakukan di daerah Banjar bagian Hulu Sungai ( Amuntai, Barabai, Tanjung ). Biasanya disajikan pada saat perayaan pernikahan maupun acara besar lainnya.
Untuk di Kuala Kapuas sendiri menu Ayam Masak Bom bisa ditemukan di warung-warung makan khas Banjar dan juga dijual secara online. Harganya variatif tergantung porsi dan selalu menjadi menu yang lumayan laris. ( SABRIANOOR/R)








