PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Suster Kristina Fransiska dari Caritas Indonesia yang membidangi Tindak Pidana Perdagangan Orang, Perantau dan Orang Terlantar menjelaskan kondisi yang dialami Almijan, warga Palangka Raya yang diantarkannya pulang setelah berada di Panti Sosial selama 6m tahun belakangan.

"Tempat panti ini memang tidak banyak di Jakarta dan Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3 Daan Mogot, Jakarta Barat yang ditempati Pak Almijan ini cukup rapi karena dikelola langsung oleh pemerintah. Tapi mereka yang tinggal di sana seperti Pak Almijan, tetap membawa cerita panjang yang belum selesai," kata Suster Kristina kepada Borneonews.

Suster Kristina mendampingi Almijan kembali ke Palangka Raya dengan pesawat sore, Kamis, 26 Juni 2025 dan langsung diantarkan ke rumah keluarganya di Jalan Pelatuk 7, Kelurahan Jekan Raya, Palangka Raya.

"Identitas Almijan sampai hari ini masih tercatat sebagai penghuni Panti Sosial Cipayung, meski ia sudah berpindah sebanyak empat kali. Dari satu panti ke panti lain. Itu semua karena tidak adanya identitas jelas," jelasnya.

Sejak diciduk Satpol PP di Terminal Kramat Jati enam tahun lalu Almijan memang kehilangan identitasnya sehingga saat berpindah-pindah panti pun semakin membuatnya hilang arah.

"Selama enam tahun, Pak Almijan rutin minum obat yang diberikan dari panti. Obat ini untuk membantu mengatasi kecemasan dan beberapa kondisi lain yang tak kasatmata tapi membebani mentalnya. Setelah ini, rencananya Dinas Sosial Palangka Raya akan melanjutkan terapi dan pemantauan medis tersebut," jelas Suster Kristina lagi.

Menurut Suster Kristina, Almijan sempat tidak percaya bahwa dia akan benar-benar pulang ke rumah. 

"Saya tahu tidak mudah baginya percaya ini benar-benar terjadi. Bahkan saat saya bilang, 'Saya akan antar Bapak pulang,' beliau seperti masih belum yakin. Tapi sebagai pendamping, saya harus jadi jembatan, bukan cuma antara tempat dan tujuan, tapi juga antara trauma dan pemulihan," tuturnya.

Saat diantar kembali, Almijan langsung dipeluk sang Kakak, Maulidah dengan tangis haru.

"Kalau pergi dari rumah saya rasa hampir 10 tahun tapi ternyata sudah di panti 6 tahun, entah dimana dia tahun-tahun sebelumnya itu. Sangat besar kuasa Allah sehingga adik kami bisa pulang," turut Maulidah.

Hadir pula menyambut Almijan ada Lurah Palangka, Dawid, Babinsa Kelurahan Palangka, Serka Kasan Nudin, serta dari Dinsos Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalteng.(TESTI PRISCILLA/R)