BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong penambahan sekolah jenjang menengah atas, seperti SMA dan SMK, kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Pasalnya, jumlah sekolah negeri maupun swasta di jenjang tersebut dinilai masih belum sebanding dengan jumlah lulusan SMP setiap tahunnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim Muhammad Irfansyah menyebut, pihaknya bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Kotim telah melakukan kajian dan analisis terhadap kebutuhan sekolah baru berdasarkan data kelulusan SMP.
“Kami bekerja sama dengan Bapperida sudah mendorong agar ada penambahan sekolah SMA sederajat di Kotim. Tapi keputusan pembangunan itu ada di provinsi karena memang menjadi kewenangan mereka,” ujar Irfansyah, Jumat, 27 Juni 2025.
Dalam rakordal yang digelar di Palangka Raya belum lama ini, Irfansyah menyebut telah ada rencana dari Pemprov Kalteng untuk membangun satu unit SMA di Kecamatan Seranau dan satu SMK di Kecamatan Parenggean pada tahun ini.
“Kami hanya bisa memberikan data dan menganalisis kebutuhan. Untuk pelaksanaan pembangunan adalah kewenangan provinsi. Harapan kami rencana itu segera terealisasi karena sangat mendesak,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kotim, jumlah Sekolah Dasar (SD) di kabupaten ini baik negeri maupun swasta mencapai sekitar 300 sekolah, sementara SMP hanya ada 116 unit sekolah. Kondisi ini menunjukkan ketimpangan signifikan yang berlanjut ke jenjang pendidikan SMA/SMK yang jumlahnya tidak sampai 100 sekolah.
“Kalau dari jumlah sekolah saja kita sudah kalah, apalagi dari jumlah kelulusannya. Jelas sekali kebutuhan akan penambahan sekolah sangat mendesak, terutama di wilayah-wilayah dengan pertumbuhan penduduk tinggi,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap dengan adanya penambahan SMA dan SM, akses pendidikan bisa lebih merata. (DEWI PATMALASARI/j)









