PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabupaten Simalungun menjadi saksi upaya nyata pelestarian lingkungan dan peningkatan ketahanan pangan ketika sejumlah dosen dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus atau KHDTK Pondok Bulu. Kegiatan ini memadukan ilmu kehutanan dengan nilai-nilai sosial dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat.

Tiga fokus utama dijalankan dalam kegiatan ini. Pertama, penanaman pohon multiguna atau Multipurpose Tree Species atau MPTS yang berpotensi menjadi sumber pangan alternatif. Kedua, edukasi bagi masyarakat tentang pola tanam agroforestri yang berkelanjutan. Ketiga, pelatihan pemanfaatan cabutan alam sebagai solusi perbanyakan bibit untuk mendukung pelestarian spesies endemik Sumatera.

Kepala Seksi KHDTK Pondok Bulu, Juto Kasudungan Malau, membuka acara dengan sambutan hangat dan penyerahan plakat penghargaan sebagai simbol kolaborasi antara institusi pengelola hutan dan dunia akademik. "Momen ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian alam," kata Juto.

Para dosen USU secara aktif turun ke lapangan, menanam bibit MPTS yang telah disiapkan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar simbolis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang mendukung konservasi dan produktivitas lahan hutan. Partisipasi aktif ini turut menggugah semangat warga sekitar untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Menariknya, kegiatan ini bersamaan dengan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan yang dijalani oleh mahasiswa kehutanan angkatan 2023. Interaksi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat ini menciptakan ruang belajar kolaboratif sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan komunitas lokal.

--page

Melalui pengabdian ini, Fakultas Kehutanan USU menunjukkan komitmennya tidak hanya pada aspek ilmiah, tetapi juga pada peran sosial institusi pendidikan tinggi dalam menciptakan masa depan kehutanan yang inklusif dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/Y)