KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Desa Tumbang Mangkutup, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas dan perusahaan kehutanan asal Jepang, Sumitomo Forestry telah menjalin kerjasama dalam program restorasi dan program pengelolaan ekosistem gambut. 

Kerjasama ini sendiri disepakati dalam sebuah forum konsultasi publik yang digelar di Palangka Raya, Rabu 25 Juni 2025 dan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Tumbang Mangkutup, Suriato dan Deputi Divisi Kehutanan Sumitomo Forestry, Tsuyoshi Kato.

Untuk diketahui program ini sendiri bertujuan untuk memulihkan lahan gambut yang rusak dan menjaga kelestarian alam serta memberikan nilai ekonomi melalui pendekatan berkelanjutan.

"Kita akan lebih intens lagi untuk membuat desain-desain dari apa yang sudah dipelajari dan akan menjadi pertimbangan kita. Dengan Sumitomo ini menjadi keyakinan besar kita terhadap hal - hal yang belum pernah terpikirkan untuk ekosistem gambut sendiri," tutur Suriato pada Jum'at, 27 Juni 2025.

Menurut Suriato, kerjasama ini sangatlah penting untuk keseimbangan lingkungan dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata terasa. Ekosistem gambut punya peran strategis dalam menyimpan keanekaragaman hayati hingga pengendalian kebakaran lahan.

Dirinya juga menyebutkan rasa optimisme bahwa proyek ekosistem gambut ini bisa menjadi contoh bahwa jika alam dikelola dengan baik, tidak hanya akan memberikan kelestarian lingkungan namun juga nilai ekonomis bagi warga sekitarnya.

"Proyek ini akan jadi contoh memberikan manfaat dua sisi baik bagi alam maupun kesejahteraan manusia sekitar," pungkasnya. (SABRIANOOR/H)