KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Lalu lintas yang ramai dan sempitnya beberapa ruas jalan telah membuat para pejalan kaki di kota air Kuala Kapuas merasa terdiskriminasi.

Seperti yang terlihat di beberapa ruas jalan, baik di Jalan Teratai, Barito dan Melati, nampak pedagang menggelar dagangannya hingga mentok ke tepi aspal jalan. Hampir tidak ada ruang untuk orang menikmati suasana di kota air ini dengan berjalan kaki.

"Sering para pejalan kaki, tersenggol motor bahkan teeserempet, karena terpaksa berjalan di aspal bergabung dengan pengendara motor maupun mobil" kata Eno (35) warga Jalan Teratai, Jum'at, 27 Juni 2025.

Tidak sedikit dari pengakuan warga, seringkali terjadi senggolan antara pejalan kaki dan pengendara di ruas jalan tersebut. Tidak hanya di Jalan Teratai kejadian serupa juga sering terjadi di ruas jalan yang sempit dan padat lainnya.

Pantauan Borneonews ketika melewati ruas Jalan Teratai Kuala Kapuas nampak di bentang aspal jalan selebar 3 meter ini berjejal baik pengendara maupun pejalan kaki. Para pedagang di sepanjang jalan seolah tak peduli untuk memberikan ruang bagi mereka yang melalui bahu jalan.

Kondisi ini diperparah dengan pengendara mobil yang memarkirkan mobilnya menutup hampir sepertiga jalan dan menambah malangnya nasib para pejalan kaki.

"Warga sudah terbiasa seperti ini dan tidak ada penertiban dari pemerintah " ucap.Eno.

Walaupun warga sudah terbiasa namun Eno sangat mengharapkan pemerintah bisa menata dan memberikan kesadaran para pedagang untuk menghargai hak-hak pejalan kaki. Terlebih lagi jika ada wisatawan yang berkunjung daerah, hal ini tentunya akan memperburuk citra Kuala Kapuas itu sendiri. (SABRIANOOR/H)